DAFTAR
ISI
Halaman
DAFTAR ISI............................................................................................... i
DAFTAR TABEL....................................................................................... ii
PENDAHULUAN...................................................................................... 1
Latar Belakang............................................................................. 1
Tujuan........................................................................................... 2
TINJAUAN PUSTAKA
.............................................................................. 3
BAHAN DAN METODE........................................................................... 7
Bahan dan Alat............................................................................. 7
Waktu dan Tempat........................................................................ 8
Prosedur Kerja.............................................................................. 8
HASIL......................................................................................................... 9
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 15
Kesimpulan................................................................................... 15
Saran............................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 16
DAFTAR
TABEL
Nomor
Halaman
1.
Alat-alat Labolatorim....................................................................... 9
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Kimia (dari bahasa Arab transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat
atau bahasa Yunani:
χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur,
dan sifat zat atau materi dari
skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta
interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga
mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk
menerapkan pengetahuan tersebut
pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada
tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya
antaratom dan ikatan kimia. Kimia adalah ilmu yang mempelajari komposisi dan
sifat suatu benda serta perubahan dan pembentukan suatu zat itu. Benda
juga di sebut dengan materi yaitu segala sesuatu yang memiliki masa dan
memiliki ruang (Muchtaridi, Justiana, 2006).
Laboratorium (Lab)
adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah
dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya
kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. untuk mengadakan percobaan,
penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia dan
biologi atau bidang ilmu lain. Pengertian lain Pengertian lain dari
laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk
mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup,
kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan lain-lain. Berdasarkan definisi
tersebut, laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan
percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan
kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau
ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain (wanmustafa, 2011).
Fungsi Laboratorium
secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut;
a). Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual
melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam; b).
Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah keterampilannya
dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan
kebenaran; dan c). Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat
kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial (Anton, 2013).
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini
adalah mengetahui nama dan fungsi alat-alat labolatorium dan mengetahui cara
penggunaan aat-alat labolatorium.
TINJAUAN PUSTAKA
Pada dasarnya setiap alat memiliki
nama yang menunjukkan kegunaan alat,
prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan.
Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. membebaskan
bahan-bahan dari mikroba yan Alat-alat
laboratorium merupakan alat yang kita butuhkan dalam proses penelitian atau pun
proses praktikum. Dalam praktikum pengenalan alat-alatlaboratorium dan
alat-alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan
spesifikasi masing-masing alat tersebut. Dalam
penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus.
Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu
kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk
suatu pengukuran atau penentuan (Moningka, 2008).
Penggunaan beberapa alat gelas
dengan tepat penting untuk diketahui agar pekerjaan tersebut dapat berjalan
dengan baik. Kesalahan dalam penggunaan alat-alat ini dapat mempengaruhi hasil
yang akan diperoleh. Oleh karena itu harus diberikan pelatihan tentang penggunaan alat-alat tersebut. Penggunaan
alat-alat gelas tersebut haruslah sesuai dengan fungsinya agar pekerjaan
tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat. Apabila terjadi suatu kesalahan
atau kekeliruan dalam penggunaannya akan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Ada
beberapa macam alat gelas yang dipakai di laboratorium, antara lain: gelas
piala (beker gelas), erlenmeyer, gelas ukur, botol, pipet, corong, tabung
reaksi, gelas objek dan gelas penutup, cawan petri dan mortal Terdapat dua
kelompok alat-alat ukur yang digunakan pada analisa kuantitatif, yaitu:
Alat-alat yang teliti (kuantitatif) dan alat-alat yang tidak teliti
(kualitatif). Untuk alat-alat yang teliti (kuantitatif) terdiri dari : buret,
labu ukur, pipet. Sedangkan untuk alat-alat yang tidak teliti (kualitatif)
terdiri dari gelas ukur, erlenmeyer, dan lainnya. Dalam prakteknya baik analisa
maupun sintesa, sesorang yang mempelajari atau menekuni bidang kimia pasti akan
selalu dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan alat-alat dan bahan
kimia. Selain untuk menghindari kecelakaan dan bahaya, dengan memahami cara
kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan
praktikum dengan sempurna, kebersihan alat yang digunakan dan ketelitian
praktikan dalam perhitungan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam suatu
praktikum, dengan ketelitian dan ketepatan
penggunaan alat maka kesalahan dalam praktikum dapat diminimalisir
(Riadi, 1990).
Maka, dari penjelasan yang telah
diuraikan diatas, dalam pelaksanaannya diharapkan kita dapat melakukan
percobaan dengan baik, dimana selain memperkenalkan alat dan fungsinya kita
juga harus mengetahui cara kerja dan sistematika penggunaan alat-alat tersebut
secara tepat dan akurat, karena dengan mengetahui sistematika atau
langkah-langkah penggunaan alat akan membuat praktikan tahu bagaimana mengatasi
kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi pada alat saat kita melakukan percobaan
dilaboratorium. Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan
memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat yang ada dilaboratorium (Mardani,
2007).
Selain untuk menghindari kecelakaan
dan bahaya, dengan memahami cara kerja
dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan praktikum
dengan sempurna (Walton, 1998).
Suatu laboratorium harus merupakan
tempat yang aman bagi para pekerja atau
pemakainya yaitu para praktikan. Aman terhadap kemungkinan kecelakaan
fatal maupun sakit atau gangguan kesehatan lainnya. Hanya didalam laboratorium
yang aman, bebas dari rasa khawatir akan kecelakaan, dan keracunan seseorang
dapat bekerja dengan aman, produktif, dan efesien (Khasani, 1990).
Pekerjaan dalam laboratorium biasanya
sering menggunakan beberapa alat gelas. Penggunaan alat ini dengan tepat
penting untuk diketahui agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik. Keadaan yang aman dalam
suatu laboratorium dapat kita ciptakan apabila ada kemauan dari para pekerja,
pengguna, maupun kelompok pekerja laboratorium untuk menjaga dan melindungi
diri, diperlukan kesadaran bahwa kecelakaan yang terjadi dapat berakibat pada
dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya. Tujuan dari praktikum pengenalan alat ini adalah untuk mengenal
beberapa macam alat gelas yang sering digunakan dalam laboratorium dan
penggunaanya (Ginting, 2000).
Sebelum melakukan praktikum hal yang paling
utama yang harus dipahami oleh praktikan
adalah mengetahui terlebih dahulu nama-nama alat, fungsi, dan cara penggunaan
alat-alat yang akan kita gunakan, agar praktikum yang akan dilakukan berjalan
dengan baik (Setiawati, 2002).
Pemakaian bahan kimia akan sangat
berpengaruh terhadap alat-alat yang digunakan. Setiap alat dirancang dengan
bahan-bahan yang berbeda, ada yang terbuat dari gelas, porselen, kayu, alumunium, plastik, dan
lain-lain sesuai dengan fungsinya masing-masing. Alat-alat tersebut ada yang
tahan terhadap basa, tahan terhadap kondisi asam, tahan terhadap panas, dan ada yang hanya tahan terhadap
kondisi normal. Oleh sebab itu, penggunaan alat dan bahan kimia sangat
menentukan keberhasilan suatu penelitian (Mored, 2000).
Pengenalan alat-alat ini meliputi
macam-macam alat, mengetahui nama-namanya, memahami bentuk, fungsi, serta cara
kerja alat-alat tersebut. Setiap alat dirancang atau dibuat dengan bahan-bahan
yang berbeda satu sama lain dan mempunyai fungsi yang sangat spesifik.
Kebanyakan peralatan untuk percobaan di dalam laboraturium terbuat dari gelas.
Meskipun peralatan-peralatan tersebut telah siap dipakai, tetapi di dalam
pemasangan alat untuk suatu percobaan kadang kala diperlukan
sambungan-sambungan dengan gelas atau membuat peralatan khusus sesuai kebutuhan
(Imamkhasani, 2000).
BAHAN
DAN METODE
Bahan
dan Alat
Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum
ini adalah: Neraca Analitis, Gelas Arloji, Gelas Beker, Pengaduk Gelas, Corong,
Erlenmeyer, Tabung
Reaksi, Rak
Tabung Reaksi, Kawat Kasa, Labu
Ukur, Gelas
Ukur, Botol
Pencuci, Penjepit, Spatula, Kertas Lakmus, Cawan poselein,
Pipet
Tetes, Sikat,
Pipet
Ukur, Pipet
Gondok, Buret, Mortar.
Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum
ini adalah: Alat tulis dan pedoman praktikum.
Waktu
dan Tempat
Praktikum ini di
laksanakan pada hari Senin 23 November 2015 pukul 17.15-18.00 WITA bertempat di
Laboratorium Analisis Kimia Fisika dan Biologi Tanah Fakultas Pertanian
Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur
Kerja
1. Melihat
alat labolatorium
2.
Menggambarkan alat-alat Labolatorium
3.
Menulis fungsi dan cara penggunaan
alat-alat labolatorium.
HASIL
Berdasarkan
praktikum yang telah di laksanakan, maka di peroleh hasil sebagai berikut:
Tabel 1 : Alat-alat Labolatorium
|
NO
|
NAMA
DAN GAMBAR
|
KETERANGAN
|
|
|
FUNGSI
|
CARA
KEGUNAAN
|
||
|
1
|
Labu Takar
|
Untuk menakar volume
zat kimia dalam bentuk cair pada proses reparasi larutan
|
Masukkan cairan
kedalam labu takar, kemudian setelah d takar maka dapa di pindah kan ke dalam
tempat yang telah di sediakan.
|
|
2
|
Gelas Ukur
|
Untuk mengukur zat
kimia dalam bentuk cair
|
Masukkan larutan yang
hendak di ukur ke dalam gelas ukur.
|
|
3
|
Pengaduk Gelas
|
Untuk mengaduk suatu
campuran atau larutan kimia pada waktu melakukan raksi kimia
|
Aduk cairan atau
tuang cairan dalam proses pencampran dengan mengaduk gelas
|
|
4
|
Botol Pencuci
|
Untuk mencuci atau
membantu pada saat pengenceran
|
Semprotkan dengan
cara menekan badan botol
|
|
5
|
corong
|
Untuk membantu pada
saat memasukkan cairan ke dalam suatu wadah dengan mulut sempit
|
Letakkan corong di
atas erlenmeyer atau pada mulut tabug yan kecil kemudian masukkan
perlahan-lahan larutan kedalam mulut corong
|
|
6
|
Erlenmeyer
|
Untuk tempat zat yang
akan dititrasi
|
Masukkan larutan yang
akan di panaskan atau yang akan di titrasi kedalam erlenmeyer
|
|
7
|
Tabung Reaksi
|
Untuk mereaksikan
zat-zat kimia dalam jumlah sedikit
|
Masukkan bahan
menggunakan pipet secara perlahan
|
|
8
|
Rak Tabung Reaksi
|
Sebagai tempat
meletakan tabung reaksi
|
Letakkan tabung
reaksi kelubang-lubang yang telah di sediakan
|
|
9
|
Kawat Kasa
|
Untuk alas saat
memanaskan alat gelas dengan pemanas
|
Letakkan kawat kasa
di atas kaki tiga.
|
|
10
|
Penjepit
|
Untuk menjepit tabung
reaksi pada saat pemanasan
|
Tekan bagian belakang
seperti menjepit baju kemudian jepitkan pada tabung reaksi yang akan di
panaskan atau yang sudah di panaskan
|
|
11
|
Spatula
|
Sebagai alat bantu
untuk mengambil bahan padat atau kristal
|
Ambil bahan kimia
yang berbentuk padatan atau butiran halus kemudian letakkan ketempat yan
telah di sediakan
|
|
12
|
Kertas Lakmus
|
Untuk mengukur
tingkat keasaman atau kebasaman pH larutan
|
Celupkan kertas
lakmus pada larutan yang di ingin di ukur tingkat keasamannnya
|
|
13
|
Gelas Arloji
|
Untuk tempat zat yang
akan di timbang
|
Taruh gelas arloji di
timbangan kemudian normalkan berat lalu taruh bahan yang hendak di timbang di
atas gelas arloji tersebut
|
|
14
|
Cawan Porselein
|
Untuk wadah suatu zat
yang akan diuapkan dengan pemanasan
|
Masukkan bahan yang
hendak di haluskan ke dalam porselin
|
|
15
|
Pipet tetes
|
Mengambil bahan
berbentuk larutan dalam jumlah kecil
|
Tekan pada bagian
pompa karet kemudian celupkan ke dalam larutan yang hendak di ambil lalu
lepaskan secara perlahan sampai larutan tersebut terhisap kedalam pipet
|
|
16
|
Sikat
|
Untuk membersihkan dalam
tabung yang mulut tabungnya kecil
|
Masukkan sikat
kedalam badan tabung yang hendak di bersihan
|
|
17
|
Pipet Ukur
|
Untuk mengambil
larutan dengan volume tertentu
|
Gunakan bulp atau
pump untuk menyedot larutan
|
|
18
|
Pipet Gondok
|
Untuk mengambil
larutan dengan volume tetap sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang
menggelembung pada bagian tengah pipet
|
Masukkan pipet kedalam
lautan kemudian sedot menggunakan mulut hingga larutan tersebut masuk ke
dalam pipet, jika sudah tahan ujung atas pipet menggunakan tangan
|
|
19
|
Buret
|
Untuk melakukan
titrasi
|
Masukkan larutan yang
akan di titrasi kemudian ukur volume yang sudah di tentukan, pastikan statip
tertutup rapat agar larutan tidak menetes, jika sudah buka statip secara perlahan
|
|
20
|
Cawan Petri
|
Tempat
perkembangbiakan mikroba
|
Letakkan mikroba di
atas cawan petri tersebut
|
|
21
|
Mortal
|
Untuk menghaluskan
bahan yang kasar
|
Pegang badan mortar
lalu tumbukkan di atas bahan yang hendak di haluskan di dalam cawan
porselein.
|
|
22
|
Gelas Beker
|
Untuk tempat larutan
dan dapat juga untuk memanaskan larutan kimia
|
Tuangkan larutan yang hendak di ukur volumenya ke
dalam gelas beker tersebut
|
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan
praktikum yang telah di laksanakan, maka di peroleh kesimpulan sebagai berikut:
1.
Setelah melakukan praktikum dapat
mengetahui nama-nama, fungsi, dan cara kerja yang akan digunakan.
2.
Dari praktikum tersebut dapat memahami
sedikit demi sedikit tentang alat-alat Labolatorium.
3.
Alat-alat yang digunakan bahan praktikum
kimia dasar mempunyai fungsi, cara penggunaan yang berbeda-beda serta
bahan-bahan untuk peralatan laboratorium bermacam-macam, ada yang terbuat dari
gelas (kaca), logam, kayu, plastik, dan lain-lain sesuai fungsinya
masing-masing.
4.
Mengenal dan mengetahui cara kerja
alat-alat yang ada di laboratorium dengan tujuan agar tidak menemui kendala
dalam praktikum.
5.
Praktikan dapat mengetahui dan menguasai
jenis-jenis alatnya, nama-namanya prinsip kerja masing-masing alat serta fungsi
alat yang baik dan benar agar pada praktikum.
Saran
Saran yang dapat diberikan adalah
setiap praktikan harus menjaga kebersihan diri, alat dan ruang laboratorium.
Praktikan juga diharapkan bekerja dengan teliti. Ketika praktikum berlangsung
praktikan harus bisa menjaga keselamatan kelompok, jangan egois, serta sesama
praktikan tidak boleh bercanda ketika praktikum sedang berlngsung.
DAFTAR
PUSTAKA
Anton,2013.
Fungsi Labolatorium. PT.Sinar
Kreatif: Bandung
Ginting,
2000. Penuntun praktikum kimia
dasar. Erlangga. Jakarta
Imamkhasani,
2000. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme.Universitas
Indonesia. Jakarata
Khasani,
1990. Prosedur alat-alat Kimia.
Liberty: Yogyakarta
Kurnian,
Ahmad. 2014. Pedoman Praktikum Kimia
Pertanian. Universitas Lambung Mangkurat: Banjarbaru.
Mardani,
2007. Sistematika penggunaan alat.
Depdiknas: Jakarta
Moningka,
2008. Prinsip Kerja Praktikum.
PT. Gramedia: Jakarta
Mored,
2000. Biokimia. Erlangga: Jakarta
Muchtaridi,
J. 2006. KIMIA. Yudhistira Ghalia
Indonesia. Jakarta
Riadi, 1990. Keselamatan dalan praktikum labolatorium.
Universitas Gajah Mada: Yogyakarta
Setiawati,
2002. Biokimia 1. Universitas Gajah
Mada. Yogyakarta
Walton,
1998. Kamus istilah kimia analitik
Indonesia. Pusat pembinaan: Jakarta
Wanmustafa,
2011. Pengertian dan Fungsi Labolatorium.Universitas
PGRI: Surakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar